Akibat Banjir.Jalan Penghubung 3 Desa Hampir Lumpuh. Kades Mohon Pemkab Bantu Sembako Dan Lakukan Penyemprotan Ke rumah Warga. Pada Ajang IHIA VII-2023, Pemkab Tanjabbar Raih Penghargaan Platinum Award Berjalan Sukses. Kegiatan Tahunan Musyawarah TJSLDU Yang Di Gelar Bappeda Muaro Jambi,Ini Tujuannya.  Perusahaan Kelapa Sawit Hanya Diberi  Hak Guna Usaha Bukan Menjadi Hak Milik. Golkar Provinsi Jambi sembelih 7 Ekor Hewan Qurban Dan dibagi-bagikan Ke Masyarakat

Home / Berita

Selasa, 27 Desember 2022 - 10:55 WIB

Se-akan Alergi Terhadap Wartawan,Dirut RSUD Ahmad Ripin terus Bungkam.

Ultimatum.id,MUARO JAMBI – Terkait pemberitaan Dugaan adanya dua mata anggaran pada kegiatan kontruksi di RS Ahmad Ripin Sengeti, Agus Subekti,selaku Dirut Rumah sakit tersebut saat dimintai keterangan hingga tanggal 27/ 12/ 22 Harini masih bbungka.seolah alergi terhadap media selaku pemberi informasi publik.

Bukan hanya terkait anggaran yang diduga tumpang tindih saja, banyak hal yang ingin diklarifikasi terkait Rumah sakit Ahmad Ripin tersebut, salah satunya terkait Jumlah anggaran yang mencapai belasan milyar, sedangkan jumlah pasien yang berobat di Rumah sakit itu terbilang sedikit.

Saat dihubungi melalui via whatsapp 0813-6639xxxx Agus Subekti, masih tidak membalas tanggapan pertanyaan dari awak media, padahal terkait pemberitaan awak media membutuhkan suatu keterangan agar pemberitaan menjadi berimbang.

Berita Terkait  Bupati Tanjab Barat Sampaikan Amanat Kapolri Operasi Ketupat 2023

Raden Jamhuri ketua LSM sembilan Jambi terkait hal ini angkat bicara.dan mengatakan, Pejabat atau pimpinan lembaga publik harus siap membuka diri dan tidak menutup pintu terhadap upaya masyarakat dalam memperoleh informasi. Bila tidak, mereka bisa terancam sanksi pidana dan denda,ungkap nya.

Sumber Foto Whatsapp Agus Subekti, Dirut RSUD Ahmad Ripin.

”Saya ingatkan sekali lagi bahwa pimpinan badan publik yang menghambat akses informasi kini dapat dikenai sanksi satu tahun penjara dan denda Rp 5 juta,” terang Ketua LSM sembilan Jambi. 28/12/22

Ancaman pidana bagi pimpinan badan pemerintah yang melanggar UU KIP diatur dalam Pasal 52 UU No 14 Tahun 2008. Menurut pasal itu, badan publik yang sengaja tidak menyediakan informasi akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda Rp 5 juta.ujarnya

Berita Terkait  Jelang NATARU,Dandim 0415/Jambi Bersama Forkopimda Kunjungi Pasar Angso Duo Baru Pantau Stabilisasi Harga Pangan.

Menurut jamhuri, publik berhak mendapatkan informasi atas dasar permintaan sesuai dengan UU itu.

”Kalau permintaan informasi tersebut diabaikan dan ditolak, kemudian melalui proses mediasi tetap tidak ada keterbukaan, bisa dituntut,” jelasnya.

Ketua LSM ini itu menegaskan, UU KIP tersebut menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi bagi publik. Siapa pun yang akses informasinya dihambat tanpa kecuali bisa melaporkannya langsung ke KIP pusat maupun KIP daerah.

Ada dua jenis informasi di badan publik, yakni informasi yang dikecualikan dan informasi terbuka. Informasi yang dikecualikan itu diatur dalam Pasal 17 UU KIP. Antara lain, informasi yang dapat membahayakan keamanan dan ketahanan nasional. Sedangkan informasi terbuka adalah segala hal yang berada di luar ketentuan tersebut. ”Jika publik meminta informasi tentang Anggaran BLUD atau APBD, itu kan bukan informasi yang dikecualikan seperti dalam pasal 17. Jadi, harus dipenuhi,” terang Jamhuri

Berita Terkait  Patok Tapal Batas Bergeser 17 Ribu Hektar. Waka DPRD Tanjabbar "Jika Tak ingin APBD Rugi Ratusan Milyar Pemkab Segera Ambil Langkah Hukum.''

Lanjutnya, mendukung keterbukaan informasi publik. Jamhuri juga akan melakukan mediasi atas sengketa informasi. Jika permintaan informasi dokumen selama tujuh hari diabaikan, permohonan dilakukan ke pimpinan di atasnya. Jika selama 30 hari diabaikan, pemohon bisa mengajukan tuntutan hukum kepada pihak yang bersangkutan,.pungkasnya

(Team GJM)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Berita

2168 Bintara Polri Resmi Ikuti Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi

Berita

Pada Paripurna DPRD Tentang Sampaian Pandangan terhadap Ranperda TA 2023, Fraksi Gerindra Minta PUPR Transparan.

Berita

Hasil Pemeriksaan Uji Petik Di Mulut Tambang. Iernyata Tonase Angkutan Batubara Mencapai 20 Ton 

Berita

Dirreskrimsus Polda Jambi Dapat Penghargaan Dari Kabareskrim Polri RI

Berita

Pengiriman Baby Lobster Senilai 25 M Digagalkan Tim Gabungab Korps Polairud Baharkam Polri dan Polda Jambi.

Berita

Tidak Ada Surat Hibah.Kantor PWI Jambi Masih Berstatus Aset Pemprov.

Berita

Kadivpas Jambi Dampingi Wakil Gubernur Tutup Rehabilitasi di Lapas Narkotika Muara Sabak

Berita

Tilang Manual Dilarang. Polda Jambi Maksimalkan Penindakan Pelanggar Lalu Lintas Dengan Dengqn Berlakukan Tilang Elektronik e-TLE.